RSS

LATIFATUL KHAFI (Maqam Tingkat 4)

18 Apr

Image

Maqam ini adalah maqam keempat dalam kajian Thariqat An-Naqsyabandi untuk melaksanakan pembersihan penyakit bathin, maka jika seseorang telah berdzikir pada maqam sebelumnya, maka pada tempat inilah pula dzikir kepada Allah Swt yang keempat di lakukan, maksudnya adalah untuk pengobatan penyakit rohani secara bertahap dan berbagai tingkatan pembersihan penyakit bathin atau rohani.

Sifat buruk pada bathin manusia di wilayah ini adalah busuk hati dan munafik yang mana termasuk di dalamnya adalah pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya, yang di dalangi oleh iblis dan syetan, rumah atau istananya adalah pada limpa jasmani manusia, yang senantiasa selalu membisikkan berbagai tipu daya dan hasut agar manusia selalu dalam kemaksiatan di bidang sifat buruk tersebut, untuk menumpas keberadaan syetan ini maka lazimkanlah dzikrullah pada wilayah ini dengan senjata kalimah Allah…Allah…Allah…, dengan harapan para iblis dan syetan dapat keluar dari rumah atau istananya tersebut dari dalam diri manusia, jika sudah demikian maka tentu sifat tersebut sudah jauh berkurang bahkan hilang sama sekali dari dalam diri bathinnya tersebut, yang tinggal hanyalah kalimah Allah saja yang menempatinya, hal demikianlah merupakan pintu dasar keempat menuju akan kedekatan kepada Allah Swt serta dapat mengenalnya.

Maqam keempat dari cara berdzikirnya seorang hamba untuk mengobati penyakit bathin ini adalah di sebut dengan LATIFATUL KHAFI dengan pengertian yang di jabarkan dan di ajarkan dzikirnya sebagai berikut :

Maqam ini berhubungan dengan limpa jasmani manusia dengan daerah kira – kira dua jari di atas susu kanan, berdzikir pada maqam ini dalam sehari semalam sekurang – kurangnya 1000 kali, ini adalah wilayahnya Nabi Isa As dengan bercahayakan hitam dan berasal dari air.

Ini adalah tempatnya sifat madzmumah pada manusia, seperti :

  1. Busuk hati,
  2. Munafik, dengan kandungan sifat nya yaitu ; pendusta, mungkir janji, penghianat dan tidak dapat di percaya.

Nah, jika ikhlas dzikir pada tempat ini maka hilanglah sifat yang demikian dan berganti dengan sifat yang terpuji, yaitu :

  1. Ridha,
  2. Syukur,
  3. Sabar, dan
  4. Tawakkal.

Madzmumahnya lathifatul khafi ini di katakan dengan sifat syetaniah yang menimbulkan was – was, cemburu, dusta dan sebagainya dan yang sejenis, mahmudahnya adalah sifat syukur dan ridha serta sabar dan tawakkal, ini di katakan dengan sunahnya Nabi Isa As.

Puncaknya adalah fana fissifatissalbiyah dan mati hissi, mati hissi artinya segala sifat keinsanan yang baharu menjadi lenyap atau fana, dan yang tinggal hanyalah sifat ketuhanan yang qadim azali, pada tingkat ini tanjakan bathin seseorang yang berdzikir telah mencapai tingkat yang tinggi, yaitu mulai mengenal akan ma’rifat, pada tingkat ini orang yang berdzikir telah mengalami keadaan yang tidak pernah di lihat oleh mata zahir, tidak pernah di dengar telinga zahir dan tidak pernah terlintas dalam hati sanubari manusia dan tidak mungkin pula bisa di sifati oleh sifat manusia, kecuali yang telah di karuniakan oleh Allah Swt dengan seperti pada jalan tersebut di atas.

Untuk hal yang demikianlah maka oleh para guru tasawwuf sangat menekankan pengobatan penyakit bathin ini, jika ingin menjadi manusia yang beraqidah akhlak yang baik serta mendapat keridhaan dariNya, jika seseorang hamba betul – betul ikhlas dan rajin berdzikir pada wilayah ini dan beristiqamah, maka insya Allah Swt terbukalah rahasia gaib akan kebenaran dengan izin dan kehendakNya, dia mendapatkan ilham dan karunia daripadaNya, dan ini di katakan sunnah dan cara dzikirnya Nabi Isa As, sebab hanya dengan akal dan pikiran bathin yang bersihlah yang dapat menerima karunia, taufik, hidayah dan ilham dari Allah Swt, hal demikianlah yang merupakan nur illahi terbit dari hati orang yang berdzikir, sehingga hatinya muhadharah (hadir) bersama Allah Swt.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2012 in Tasawuf

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: